Selasa, 08 Mei 2012

Galaxy S III, "Soulmate" Modern

Dilansir dari KOMPAS.com - Smartphone buatan Samsung generasi terbaru, Galaxy S III, tak hanya terinspirasi dari alam, tapi juga didesain untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan kesenangan manusia.

Bahkan, diharapkan, Galaxy S III akan menjadi "soulmate" modern bagi penggunanya.

Presiden dan Head of IT & Mobile European Division Electronic Samsung, JK Shin menjelaskan, perangkat ini memang memberikan kepuasan dalam banyak hal.

"Ia bisa mendengar suara manusia dan mengenal beberapa bahasa, terutama Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Korea, dan Mandarin. Dia juga bisa mengenal wajah kita maupun teman kita," jelasnya dalam launching Galaxy S III di Earls Court, London, Kamis atau Jumat (4/5/2012) dini hari WIB.

Menurut JK Shin, Galaxy S III terbaik di kelasnya, dilengkapi layar Super HD Amoled. Selain itu juga ada kamera 8 megapixel, baterai 2.100 mAh, dan beberapa fasilitas lain.

"Dengan segala fasilitasnya, Galaxy S III bisa memanjakan manusia, bahkan membantu, menghibur, meringankan ke manapun kita pergi. Ia akan menjadi teman setia," katanya.

Galaxy S III bisa merekam suara manusia untuk dikenal. Bahkan, pengguna bisa memberi perintah dengan suara. Selain itu, foto bisa di-tag untuk kemudian dikenal.

Ketika ada share foto atau panggilan, maka Galaxy S III akan mengenal lewat foto yang sudah disimpan.

Galaxy S III juga dirancang untuk menyimpan semua input, baik SMS maupun telepon sehingga tak ada lagi SMS atau miss call yang tak terekam. Dan, ponsel ini akan menginformasikan input yang terlewat tersebut.

Untuk membuat agenda, Galaxy S III sangat membantu. Agenda bisa disusun dengan suara dan Galaxy S III akan mengingatkan pengguna akan jadwalnya.

Dengan menggunakan quad prosessor, Galaxy S III memungkinkan pengguna membuat foto atau video secara leluasa. Bahkan ada fasilitas edit. Selain itu, foto maupun video bisa di-share dengan mudah.

"Ada juga flip cover, desktop dock, dan wireless charging kit. Dilengkapi juga game hub dengan hi power games, music hub, dan drive link. Bahkan, Galaxy S III bisa untuk menikmati on line music streaming," jelas JK Shin.

"Sehingga, Galaxy S III akan menjadi teman yang baik dan menyenangkan, pun tahu kebutuhan kita," tambahnya.

Benarkah Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker Otak?


t
Dilansir dari KOMPAS.com - Bagaimana kalau memang kanker otak disebabkan karena radiasi dari telepon genggam (HP)? Pertanyaan provokatif ini disampaikan oleh seorang ahli bedah otak paling terkemuka Australia Dr Charlie Teo dalam artikel terbarunya di situs The Punch yang terbit hari Senin (7/5/2012).

Menurut Dr Teo, sebenarnya sampai saat ini belum ada penelitian yang betul-betul bisa menjelaskan bahwa kanker otak tidak ada hubungannya dengan penggunaan HP, namun hal yang menggugahnya untuk menulis adalah bahwa dalam prakteknya sehari-hari, dia semakin banyak menemukan pasien yang menderita atau memiliki tumor di otak.

"Setiap hari saya kedatangan 10 sampai 20 pasien baru, dan paling tidak 30 persen diantara mereka memiliki tumor di bagian otak, dekat dengan telinga. Saya memang bukan ahli dalam masalah radiasi elektromagnetik. Namun sebagai ahli di bidang kanker otak, dan melihat semakin banyaknya penderita kanker ini, saya sekarang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," kata Dr Teo.

Menurut Dr Teo, yang sudah banyak mendapatkan penghargaan baik di Australia maupun di dunia internasional tersebut, sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk kanker otak. Dan penyakit ini menjadi penyebab kematian kanker tertinggi bagi warga Australia berusia di bawah 39 tahun, dan juga memakan korban lebih banyak anak-anak dan wanita di Australia di bawah 35 tahun dibandingkan kanker lain.

Menurutnya sejauh ini fakta yang tidak terbantahkan mengenai hubungan kanker otak dan HP barulah bahwa (1) masih belum ada kesimpulan yang jelas, (2) pengguna telepon genggam semakin meningkat, dengan sekarang sedikitnya ada 5 miliar pengguna di seluruh dunia, (3) dan bila nanti memang terbukti adanya hubungan antara kanker otak dan HP, maka dampaknya akan melebihi krisis kesehatan lain yang pernah ada sebelumnya.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, Dr Charlie Teo yang sehari-hari menjadi dokter ahli di Rumah Sakit Prince of Wales di Sydney ini mengatakan sekarang diperlukan keteladanan dari perusahaan telekomunikasi untuk membuka hasil penelitian mereka sepenuhnya.
Sejauh ini, menurut penuturan Dr Teo, penelitian yang ada menghasilkan kesimpulan yang "bias" tergantung dari siapa yang mendanai penelitian tersebut. Dari studi literatur misalnya, yang menyimpulkan adanya hubungan, tidak satupun studi itu dibiayai oleh perusahaan telekom.
Sementara penelitian lain, yang mengatakan tidak adanya hubungan, 75 persen penelitian itu paling tidak sebagian dibiayai oleh industri telekomunikasi.

Penelitian terbesar sejauh ini yang pernah dilakukan yang disebut Studi Interphone - yang dibiayai oleh industri telekom - mengatakan HP tidak menyebabkan kanker, kecuali ada pengguna telepon "berat" ataupun anak-anak, padahal anak-anak tidak dilibatkan dalam penelitian, dengan kesimpulan masih juga mengambang "kemungkinan dampak pengguna berat HP mjasih perlu penelitian lebih lanjut."

Menurut Dr Charlie Teo, studi Interphone itu memiliki kelemahan karena tidak melibatkan anak-anak dan juga tidak melibatkan pengguna telepon untuk kepentingan bisnis, dua kelompok yang paling beresiko. "Kita perlu mendesain penelitian yang dari awal sudah benar dengan mengakui bahwa radiasi, bila memang menyebabkan kanker, memerlukan waktu sekitar 10 tahun sebelum menyebabkan kanker." katanya.

Dalam reaksinya kepada media, Direktur Eksekutif Asosiasi Telepon Mobil Australia (AMTA) Chris Althaus mengatakan AMTA menolak pendapat "tidak berdasar dari Dr Teo bahwa industri telekom memberikan tekanan berlebihan dalam penelitian soal keamanan penggunaan telepon genggam."

Althaus mengatakan walaupun mereka menghormati pendapat Dr Teo, namun sejauh ini belum ada bukti sangat jelas mengenai bahaya penggunaan telepon genggam tersebut dan AMTA akan bekerjasama penuh dengan penelitian apapun di masa mendatang. Nah sambil menunggu hasil penelitian yang lebih jelas, semua pihak setuju bahwa pembatasan penggunaan telepon genggam perlu dilakukan.

Pembuat Iphone dan Blackberry misalnya sudah mengatakan ketika memakai mereka, posisinya agak jauh dari tubuh. Dr Charlie Teo selalu menggunakan handsfree dan juga hanya menggunakan telepon genggam untuk mengirim SMS.

Samsung Patenkan Tablet dengan Dua Layar


Dilansir dari ubergizmo.com - Samsung berhasil mendapatkan paten teknologi tablet dua layar pada akhir April 2012.

Paten tersebut membuat sebuah tablet nampak seperti notebook yang bisa dilipat namun memiliki dua layar.

Paten bernomor D658,173, diajukan Samsung pada 7 April 2011 dan didaftarkan atas nama Kim Dong-Hun sebagai penemunya. Dari sebuah ilustrasi yang menggambarkan paten tersebut, terlihat ada sebuah remote kontrol.

Jika kelak perusahaan asal Korea Selatan ini menerapkan paten ini di perangkat mereka, maka besar kemungkinan ada salah satu layar yang digunakan untuk menampilkan keyboard virtual.

Hal ini akan memberi kemudahan ketika tablet digunakan untuk mengetik dokumen karena layar utamanya bisa memberi tampilan penuh.

Sebelum Samsung, ada vendor lain yang sebelumnya telah menerapkan teknologi macam ini pada perangkat mereka. Tablet seri P dari Sony yang berbentuk bulat, dan konsol game portabel Nintendo DS, juga telah menggunakan dua layar.

Senin, 07 Mei 2012

Galaxy S III, dari Alam untuk Alam

Dilansir dari KOMPAS.com - Sentuhlah layar smart phone Galaxy S III. Maka, layar akan bergelombang seperti permukaan danau yang tersentuh sesuatu. Gelombang tenang menyebar, seolah membuka tabir aneka fasilitas di dalam telepon pintar tersebut.

Lalu, akan terdengar pula suara gemericik yang nyaris sama dengan suara alami.

Itu pula vendor Samsung berani mengklaim bahwa smart phone ini diinspirasi oleh alam. Tak hanya itu, beberapa fasilitas sengaja didesain agar tak jauh-jauh dari kenyataan alam, terutama fasilitas kamera dan suara. Dari alam, smart phone ini juga mencoba peduli kepada alam.

Menurut Vice President Europe Telecomunication Samsung Electronic, Jean Daniel Aysee, sebagian hasil dari penjualan Galaxy S III akan disumbangkan ke World Wildlife Fund (WWF). Ini bagian dari peran produk ini dalam upaya penyelamatan alam.

"Setiap penjualan Galaxy S III, sebanyak 100 dolar (sekitar Rp 923,9 ribu) akan disumbangkan ke WWf," Jean Daniel Aysee pada launching produk ini di Earls Court, London, Kamis atau Jumat (5/5/2012) dini hari WIB.

Dia melanjutkan, dengan fasilitas layar Super AMOLED  4,8, smart phone ini memberi gambar atau image yang kuat dan cerah. Obyek yang difoto akan terasa alamiah.

Suara yang dimiliki juga alamiah. Sehingga, mendengar suara dari tanda atau ringtone dari handphone ini akan terasa menyenangkan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons